perubahan besar
October 29th, 2008 by ajengpalupi“awali perubahan dari diri lo sendiri” kedengarannya kalimat itu hanyalah kiasan belaka dan klise.
tapi kalau lo pernah mengalami suatu fase dimana lo dapat meresapi segala kejadian di dalam hidup hingga akhirnya timbulah rasa ikhlas di dalam hati, kalimat tersebut menjadi sesuatu yang berarti sekali dan penuh sarat.
kejadian yg gw alami benar2 membuka mata hati gw terbuka lebar dan lebih bijak lagi dalam menyikapi segala hal.
awalnya gw berada disini gw bisa dibilang sombong, karena gw terbiasa dg segala hal yg memudahkan gw dalam bekerja.
Masa2 pertama gw selalu complaint dan tidak dapat menerima keadaaan disini, gw merasa salah jalan dan bersumpah serapah akan mendapatkan yg lebih baik lagi dari ini.
memang, keadaan disini masih dalam kondisi akan berkembang, tetapi ternyata dibalik masa perkembangan ini tersimpan beribu rasa kehidupan yg tidak pernah gw alami sebelumnya.
“Ajeng, kamu itu harus menjaga image. karena kamu membawa image bos kamu!!!” itu yg selalu gw inget saat si “the ladies” bilang ke gw dengan nada menggurui dan sinis. Lain lagi dengan si “be man” dia bilang “Kamu jangan bermain kalangan ’seragam’, kamu seharusnya bergaul dengan kalangan ‘berdasi’. Informasi2 tersebut sontak gw tolak mentah2 karena dlm hidup ini gw selalu melihat semua orang itu adalah unik, klo bahasa gw keren. Kalimat2 tsb benar2 bukan kepribadian gw, hati gw terasa panas dan membatu dengan mengingat kalimat2 itu. Dan tumbuhlah benih2 kebencian gw terhadap “lingkup ini”.
dari benih kebencian tersebut maka terpancarlah perilaku gw yg dingin dan tidak ada toleransi kepada si “the ladies dan be man”. Tetapi dengan sikap gw yg seperti itu malahan membuat mereka semakin menggempur habis gw dari segala sisi, puncaknya adalah saat di hari ke 2 bulan suci umat muslim. Saat itu beberapa kaum berkumpul, termasuk gw sedang menjalankan pwmbicaraan ttg rencana2. Disaat semua orang fokus ke arah gw, karena gw yg sedang berada didepan, dengan mulusnya “the ladies” membabat gw habis2an. Hati gw panas, dan pedih saat itu, gw hanya bisa menahan segala amarah dan bersabar. semua orang di ruangan itupun ‘ngeh’ bgt akan sikap “the ladies” terhadap gw. mereka mencoba untuk membuat lelucon2 ringan untuk mencairkan suasana. tetap saja panas yg gw rasakan tidak kunjung dingin, malah rasanya mata gw jg jd pedih.
setelah kita semua meninggalkan ruangan itu, gw kembali ke tempat gw, baru aja gw duduk ternyata luapan ari mata tak dapat tertahan lagi, gw menangis karena sakit hati, gw telah dipermalukan!!
gw menelfon sahabat gw untuk share apa yg gw alami. dia bilang gw musti “sabar”.
sorenya “my boss” lewat depan ruangan gw dan sepertinya dia melihat kondisi muka gw yg merah dan penuih dg lelehan air mata, gw hanya bisa menunduk untuk menyembunyikannya. Dan “my boss” pun tidak bergeming dan hanya lewat saja.
pukul 5 sore gw berpas-pasan dg “the ladies” dan gw diam seribu bahasa dengan expresi muka yg gw sendiri gak tau gimana rupanya. Tp saat itu di dalam hati gw masih membara rasa sakit itu.
entah kenapa, beberapa hari setelah kejadian itu , gw malah bersikap baik terhadap “the ladies dan be man”. ini semua diluar dugaan gw, kenapa gw bisa berperilaku baik kepada mereka??. Berhari2 gw terus menunjukkan sikap yg baik, itu semua berjalan begitu saja bagaikan air terjun, gw menjalankannya tanpa beban dan dendam, walaupun gw inget betapa pedihnya.
hari ke hari semuanya semakin membaik, dan bahkan gw dan “mereka” pun dapat bercanda!! gak kebayang, ini semua bakal terjadi. tapi inilah kenyataanya.
Kesimpulannya adalah:
ternyata gw telah mengikhlaskan apa yg telah terjadi ke gw. saaat itu sah2 aj klo gw tersakiti dan gw menangis, sah2 sj klo saat itu gw dendam. Tapi saat itu jg ternyata gw pasrah dan ikhlas.
Gw menjalankan amanah orang yg berkata pd gw “sabar ya”, dan dari sabar itu dengan artian gw tidak membombardir balik, mengexplotasi kemarahan dan tetap menstabilkan emosi diri. Ternyata gw dapat merubah suasana dan bahkan hati “the ladies dan be man” pun kini berubah total!
semua orang pun terheran2 dg pencapaian gw ini, karena sejarahnya di posisi gw itu selalu bertentangan dengan kedua orang yg “seram” itu.
sekarang gww hanya dpt berkata “syukur alhamdulillah”.
Jika kita ingin merubah sesuatu, pahamilah sesuatu tersebut dg sepenuh hati dan ikhlaskan lah. Insya Allah semua akan berubah menjadi lebih baik dan mengejutkan kebhagaiaan hidup lo.
selamat mencoba.
with love,
ajeng